RAID? Apaan Tuch...

04-Oktober-2003       Info IT

 

Kali ini kita akan coba untuk membahas tentang salah satu komponen terpenting dari PC kita, yaitu media penyimpanan data atau data storage atau juga yang biasa disebut dengan harddisk (HDD). Tapi kali ini kita bukan membahas tentang produk dari HDD tersebut tapi kita akan coba untuk membahas teknologi untuk HDD tersebut yang disebut dengan RAID.

Pernahkah anda mendengar metode utk mempercepat kinerja hardisk dgn cara menggabungkan beberapa hardisk menjadi satu? Cara yg disebut RAID ini biasanya digunakan utk harddisk SCSI pada server-server high-end. Kini metode yg sama dapat diterapkan pada PC di rumah anda yg menggunakan hardisk EIDE. Teorinya, dengan RAID performa hardisk anda akan melejit menjadi 2X lipat. Benarkah demikian?

Sebelum mengetahui manfaat dari RAID, ada baiknya mengetahui dulu apa yg diperlukan utk membuat konfigurasi RAID pada komputer anda. Pertama-tama yg harus anda miliki adalah Controller RAID yg nantinya akan dihubungkan dengan hardisk-hardisk.Chip Controller RAID yg umum antara lain adalah Promise, I Will, dan Abit. Banyak motherboard yg telah memiliki on-board chip-chip tersebut, diantaranya adalah ASUS, ABIT, I Will. Untuk membuat konfigurasi RAID tentunya dibutuhkan minimal 2 buah hardisk yg akan digabungkan menjadi satu. Dengan penggabungan tsb maka computer akan menganggap 2 buah hardisk ini sebagai satu hardisk.

Lebih Jelas Mengenai RAID

Ada 3 macam metode RAID yg dapat digunakan yaitu:

  • RAID 0 (metode Striping)
  • RAID 1 (metode Mirroring)
  • RAID 0+1 (metode Striping + Mirroring)

RAID 0 (untuk kecepatan)

RAID 0 yg dikenal juga dgn metode Striping digunakan utk mempercepat kinerja hardisk. Kapasitas total hardisk pada metode ini adalah jumlah kapasitas hardisk pertama ditambah hardisk kedua. Metodenya dilakukan dgn cara membagi data secara terpisah ke dua buah hardisk. Jadi separuh data ditulis ke hardisk pertama dan separuhnya lagi ditulis ke hardisk ke dua. Secara teoritis cara ini akan mempercepat penulisan/pembacaan harddisk. Keburukan dari cara ini adalah apabila salah satu hardisk rusak maka seluruh data akan hilang.

RAID 1 (untuk keamanan data)

RAID 1 yg dikenal juga dgn metode Mirroring digunakan utk mendapatkan keamanan data (backup). Metodenya dilakukan dgn cara menyalin isi harddisk pertama ke harddisk kedua. Jadi apa yg ditulis pada hardisk pertama akan juga ditulis di hardisk kedua. Apabila salah satu hardisk rusak, maka data pada hardisk yg satunya masih ada. Keburukan dari cara ini adalah tidak adanya peningkatan kinerja sama sekali, performanya malah akan sedikit lebih pelan dibanding perrforma hardisk single (non-RAID). Selain itu kapasitas total yg anda dapat dgn metode ini hanyalah sebesar kapasatitas satu hardisk saja.

RAID 0+1 (untuk kecepatan+backup)

Metode ini merupakan kombinasi RAID 0 dan RAID 1. Dimana selain memperoleh kecepatan anda juga memperoleh keamana data. Untuk metode ini diperlukan minimal 4 harddisk. Kapastitas total yg anda dapat adalah sejumlah kapasitas 2 hardisk.

Biasanya metode RAID 1 digunakan utk server, sebab server mengutamakan keamanan data. Sedangkan utk pengguna PC rumahan RAID 0 lebih umum digunakan karena yg diutamakan bagi mereka adalah peningkatan kinerja harddisk. Tapi apakah benar RAID 0 dapat meningkatkan kinerja secara drastis? Itulah yg akan dibahas lebih lanjut dibawah ini.....

Apakah RAID benar-benar berguna??

Menurut teorinya, RAID 0 akan meningkatkan kinerja harddisk secara drastis. Karena dengan metode RAID ini arus data dibagi ke dua buah hardisk secara bersamaan (paralel), sehingga seluruh data bisa sampai lebih cepat. Untuk memperjelasnya bisa digunakan perumpamaan dengan menggunakan ANALOGI KASIR SUPERMARKET.Perumpamaan tsb adalah sebagai berikut:

Bila ada 4 orang antre di kasir supermarket, tentunya akan lebih cepat dilayani dgn membuka 2 counter kasir drpd dgn 1 counter kasir saja.

Sama halnya dgn di komputer, secara teori dapat dikatakan bahwa antrean data akan lebih cepat diproses bila dilayani 2 hardisk secara paralel (RAID). Secara teori memang akan lebih cepat...Tapi dalam kenyataan sehari-hari di supermarket, membuka 2 counter kasir belum tentu akan jauh lebih cepat dibanding 1 counter saja. Hal ini dapat dijelaskan sbb:

Apabila jumlah belanjaan utk tiap orang tdk terlalu banyak, maka 1 counter kasir saja akan cukup cepat dlm melayani, karena bila belanjaannya sedikit maka proses transaksinya cepat sehingga antrean tdk menunggu terlalu lama. Namun apabila jumlah barang belanjaan yg dibawa tiap orangnya banyak, maka antrean akan menunggu terlalu lama karena transaksi yg dilakukan tentunya akan memakan waktu lebih lebih lama berhubung belanjaanya juga lebih banyak. Jadi pada kasus dimana jumlah barang belanjaan per orangnya banyak, maka lebih baik dibuka 2 counter kasir atau lebih.

Begitu halnya dgn antrean data di komputer. Bila ukuran tiap-tiap data yg mengantre tdk besar, maka penggunaan 2 hardisk secara paralel (RAID) tdk akan membawa perbedaan yg banyak dgn 1 hardisk (non-RAID). Namun bila ukuran tiap-tiap data yg mengantre besar, maka lebih baik menggunakan RAID supaya tidak terjadi antrean yg terlalu lama. Jadi dapat diambil sebuah hipotesa (dugaan) bahwa RAID hanya akan memberikan peningkatan kecepatan apabila data yg diproses ukurannya sangat besar, sedangkan bila ukuran datanya kecil maka penggunaan RAID tidak akan memberikan peningkatan kecepatan yg banyak. Ironisnya dalam penggunaan komputer sehari-hari sangat jarang terjadi pemrosesan sebuah data yg berukuran sangat besar. Data yg besar hanya akan ditemukan pada proses video editing, desktop publishing percetakan, dan sound editing. Ini karena file-file yg ukurannya extra besar tsb umumya berupa file movie, file gambar hi-res utk keperluan percetakan, serta file suara yg tdk terkompresi (WAV). Biasanya file-file semacam itu berukuran 500MB ke atas. Sedangkan dalam proses loading sebuah Operating System, aplikasi, maupun game, data yg diproses ukurannya kecil-kecil. Jadi timbul lagi sebuah hipotesa baru, yaitu: RAID hanya akan berguna bila anda menggeluti dunia multimedia, seperti : video editing, desktop publishing, atau WAV editing.

 

Copyright © Wiliam, 2018 - All rights reserved