21. Pembuat Etiket

04-Oktober-2002       Burung Berkicau

 

Hidup itu bagaikan sebotol anggur keras. Ada yang puas membaca etiket yang tercantum pada botolnya. Ada yang mencicipi isinya.

 

***

 

Pada suatu ketika Buddha menunjukkan setangkai bunga kepada murid-muridnya dan meminta agar setiap orang menyatakan pendapatnya tentang bunga itu.

Mereka mengamati bunga itu selama beberapa saat dengan diam. Ada yang mengungkapkan ajaran falsafah tentang bunga. Ada yang menggubah puisi. Ada pula yang membuat perumpamaan. Semua berusaha saling mengalahkan dengan uraian yang semakin dalam.

Pembuat etiket !

Mahakashyap mengamati bunga itu, lalu tersenyum tanpa berkata apa-apa. Hanya dialah yang telah melihatnya.

 

***

 

Seandainya aku dapat menikmati seekor burung, setangkai bunga, sebatang pohon, wajah seorang manusia!

Tetapi sayang, aku tak punya waktu! Aku terlalu sibuk membaca semakin banyak etiket dan malah masih kutambah dengan etiket-etiket buatanku sendiri. Padahal satu kali pun aku belum pernah mabuk karena anggur di dalam botol.

 

Copyright © Wiliam, 2019 - All rights reserved