Blog List

26-Juni-2002       Kahlil Gibran

O, kau yang dilahirkan diatas dukalara dan dibesarkan di pangkuan kemalangan dan dibawa ke kedewasaan di rumah penindasan, kau yang memakan kerak rotimu dengan keluhan dan meneguk air keruhmu dengan airmata dan ratapan.

26-Juni-2002       Kahlil Gibran

Dan, Tuhan dari semua Tuhan memisahkan sebuah Jiwa dari Dirinya dan menciptakan padanya Keindahan. Dia karunia jiwa itu kelembutan angin di kala Fajar dan semerbak bunga dari dataran dan kelembutan cahaya rembulan.

26-Juni-2002       Kahlil Gibran

Seorang pemuda bertubuh kekar, namun lemah oleh rasa lapar, duduk terkulai di pinggir jalan, berwajah lesu dan menengadahkan tangan kepada semua orang yang lalu-lalang, minta sedekah sambil mengulang lagu duka cerita hidupnya yang kalah.

26-Juni-2002       Kahlil Gibran

Sampai kapan, jiwaku, kau kan terus-menerus meratap. Sementara kelemahanku masih berpikiran sehat ? Sampai kapan kau akan menjerit. Sementara diriku tak punya apapun kecuali percakapan dengan orang. Demi menceritakan impian-impianku di sana ?

26-Juni-2002       Kahlil Gibran

Takkan kutukar dukacita hatiku demi keriaan khalayak. Dan, tak akan kutumpahkan airmata kesedihan yang mengalir dari tiap bagian diriku berubah menjadi gelak-tawa. Kuingin diriku tetaplah setetes airmata dan seutas senyuman.

26-Juni-2002       Lain-lain

Testing, testing. Situs ini sedang dalam pengetesan nih. Mohon masukan-masukannya untuk menambah khasanah situs ini. Terima Kasih.

Copyright © Wiliam, 2017 - All rights reserved