Masih dapatkah ku bersyukur...?

23-Oktober-2003       Religious

 

Saat dimana segala sesuatunya ada dan tersedia bagiku, hingga dapat hidup layak dan berkecukupan... disaat semakin baiknya perekonomian keluarga kami... disaat aku masih mempunyai orang tua yang mengasihiku... disaat segalanya berjalan lancar... disaat ku sudah bekerja dengan gaji yang cukup lumayan... disaat kami sudah menempati rumah kami kembali... meski segala sesuatunya masih terasa kurang.

Meski banyak sekali biaya yang harus kami tanggung... meski kebutuhan kami sangat banyak... meski tetap saja masih ada yang terasa kurang... meski tetap harus terus berusaha untuk mencari uang... demi memenuhi kebutuhan hidup kami... meski banyak sekali impian-impian kami yang belum terwujud... meski selalu saja merasa ada yang belum terpenuhi dan tercukupi... meski banyak sekali hal-hal yang ingin kumiliki...

Meski kehidupan kami tak seperti dulu... meski kami semua harus mengalami semua peristiwa demi peristiwa yang membuat begini... meski uang kami tidak sebanyak dulu... meski semuanya tak semudah dulu... aku... kami sekeluarga masih tetap dapat bersyukur kepadaMu ya Tuhan... Karena kasihMu luar biasa terasa besarnya atas kami... kami jadi semakin menyadari akan penyertaanMu di dalam hidup kami.

Kini...

Disaat kami masih dapat bersyukur dan memuji namaMu... disaat semuanya masih lancar... disaat berada dalam keadaaan yang baik dan hidup berkecukupan... masih dapat makan dan minum... masih memiliki tempat tinggal... masih memiliki keluarga dan sanak saudara... berjuta-juta kata masih lainnya...

Apapun kondisi yang kita alami saat ini, setidaknya kita masih dapat hidup layak dan berkecukupan. Hingga mulut kita pun masih tetap dapat mengeluarkan kata-kata indah dan merdu serta ucapan syukur kita kepadaNya...

Tapi bagaimana bila kondisi yang ada tidak demikian ? Bagaimana bila sedang berada dalam keadaan yang tidak sebaik sekarang atau bahkan dalam keadaan yang buruk...?
Masih dapatkah kita bersyukur padaNya ?
Masih dapatkah kata-kata indah keluar dari mulut kita ?
Masih dapatkah mulut ini memuji dan tinggikan namaNya ?
Masih bisakah telinga kita mendengarkan semua suaraNya ?
Masih dapatkah mata kita melihat semua kasihNya ?
Masih dapatkah hati kita merasakan semua pengorbanan dan tuntunan tanganNya ?

Seperti halnya yang kulihat hari ini... seorang gadis belia dengan kondisinya yang seadanya... ia masih tetap memuji Tuhan, ia masih dapat memuliakan nama Tuhan... ia tak gentar. Dihadapan banyak orang ia tetap tinggikan namaNya... ia tetap tunjukan dan naikkan pujian atas kasih Tuhan baginya...

Meski kondisinya tidak sebaik kita... meski kondisi perekonomiannya yang seadanya bahkan kekurangan... bila tidak, bagaimana mungkin saat itu aku bisa melihatnya ? Yang seharusnya saat itu ia sedang sekolah... atau sedang bermain bersama teman sebayanya...

Yang seharusnya menikmati masa remajanya bersama teman, sanak saudara ataupun orang tuanya... tak peduli hujan ataupun panas terik sekalipun... dari pintu ke pintu mobil angkutan ia mengamen... dihadapan banyak orang... ia tetap berani menyanyikan lagu, memuji Tuhannya yang telah memberikannya kasih yang begitu besar kepadanya...

Memuliakan nama Tuhan... meski situasi ekonomi yang demikian adanya... entah penderitaan apa yang dialaminya... ia tetap bersyukur puji dan sembah Dia... Dihadapan orang-orang yang sebagian besar tidak mengenal Tuhannya atau bahkan tidak tahu siapa Tuhannya... apalagi merasa kasih Tuhannya itu... ia tak gentar !

Dalam keadaan sepertinya, adakah kita masih dapat bersyukur seperti sekarang ini ? Adakah kita masih dapat memuji Dia? Atas segala kondisi dan situasi yang ada ? Dapatkah kita berbuat serupa seperti gadis belia itu, dengan kesederhanaannya ia berani dan tidak gemetar sedikitpun memuliakan nama Tuhan, bahkan dihadapan orang-orang yang tidak mengenal Dia ?

Kita tahu kondisi perekonomian dan status sosial negara ini. Sadarkah kita akan kondisi yang ada serta resiko yang mungkin dihadapi oleh gadis belia itu dengan isi nyanyiannya, yang tidak dikenal atau bahkan tidak disenangi oleh para mayoritas penduduk negara ini ? Mengertikah kita akan konsekuensi yang mungkin diperoleh gadis belia itu disamping kebutuhan hidupnya yang tentunya mendesak ?

Namun ia tidak gentar akan resiko dan konsekuensi yang mungkin ia hadapi... Ia tidak peduli akan pemikiran orang-orang itu... yang ia tahu hanya menyanyi... mengharapkan kasih... tuk membantu ia memenuhi kebutuhan dan keperluan hidupnya sehari-hari...

Sambil memuji dan memuliakan Tuhan... sambil bersaksi akan kasih Tuhan dalam hidupnya. Juga bersaksi bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkannya... karena tangan Tuhan sedang merenda... Serta mengingatkan kita akan kasih... bahwa kasih itu murah hati... kasih itu lemah lembut...

Oh betapa polosnya ia... betapa mulianya namaMu... sehingga gadis polos itu begitu indahnya bersaksi tentang kuasaMu. Sungguh kasihMu luar biasa besar dan dashyatnya... sungguh adil dan mulianya Engkau ya Tuhan... Engkau tidak pernah pilih kasih dan Engkau selalu penuhi janji-janjiMu...

Aku bertanya kepada Yesus, "Tuhan, seberapa besar kasihMu kepadaku ?" "Sebesar inilah", jawabNya. Kemudian Ia merentangkan tanganNya dan... mati bagiku.

Te Deum laudamus, te Dominum confitemur
Kami memujiMu Allah, kami memuliakanMu Tuhan

 

Copyright © Wiliam, 2018 - All rights reserved