Kakek Wong kadang jujur kadang bohong

23-Pebuari-2011       Jokes ?!?

 

EPISODE SATU

Suatu hari Kakek Wong kehilangan pancing dan mengeluh. Keluhannya terdengar oleh Dewa Sungai.

Dewa Sungai ingin menguji kejujuran Kakek Wong : "Inikah pancingmu yang hilang itu?", tanya Dewa Sungai sambil menjulurkan sebatang pancing dari emas.

Kakek Wong terkejut, berhenti mengeluh dan menjawab : "Bukan, pancing kakek mah pancing biasa saja. Bukan dari emas."

Dewa Sungai menghilang sejenak. Lalu kembali lagi dengan sebatang pancing yang lain, kali ini dari perak.

"Inikah pancingmu, kakek?"

"Bukan, pancing kakek bukan itu."

Dengan tersenyum Dewa Sungai berkata : "Ternyata kamu benar-benar kakek yang jujur. Sebagai hadiah, ini aku berikan tiga buah pancing : satu dari emas, satu lagi dari perak, dan yang satu tentu saja pancingmu sendiri, dari bambu biasa."

Happy ending euy...! Kakek Wong dengan gembira menerima hadiah tersebut. Memang jujur membawa berkah.

 

EPISODE DUA

Suatu hari istri Kakek Wong pergi entah ke mana. Dicari dari pagi sampai sore, dari siang sampai malam, engga ketemu. Kakek Wong mengeluh di tepi sungai.

Muncul lagi Dewa Sungai : "Hilang apa lagi, kakek? Apa lagi yang kakek cari?"

"Istri owe hilang entah ke mana."

"Apakah ini istrimu?" Tanya Dewa Sungai sambil menyodorkan seorang gadis cantik yang mirip Luna Maya.

Kakek Wong diam terpesona sejenak. Lalu buru-buru menyahut : "Betul! Betul! Betul!"

Bukan main geram Dewa Sungai: "Dasar kakek tak tahu diuntung! Enak aja ngaku-ngaku gadis secantik ini sebagai istrimu!"

Kakek Wong tidak gentar menghadapi kemarahan Dewa Sungai. Malahan Kakek Wong menjawab dengan suara lebih keras lagi : "Dewa! Oh, Dewa! Owe juga sadar atuh bahwa gadis ini bukan istri owe. Cuma, kalau owe bilang bukan, ntar dewa bawa cewe lain yang cantiknya seperti Bunga Citra Lestari. Kalau owe masih bilang bukan juga, nah, dewa bakalan ngasih owe tiga orang, dua gadis cantik dan satu istri owe yang sebenarnya. Owe mah orang miskin, nyari duit buat satu istri aja udah berat. Apalagi kalau sampai tiga orang?"

Hehehe.... Dewa Sungai buru-buru menghilang!

 

Copyright © Wiliam, 2017 - All rights reserved