11. Ikan Kecil

28-September-2002       Burung Berkicau

 

'Maaf kawan,' kata seekor ikan laut kepada seekor ikan yang lain. 'Anda lebih tua dan lebih berpengalaman daripada saya. Di manakah saya dapat menemukan laut? Saya sudah mencarinya di mana-mana, tetapi sia-sia saja!'

'Laut,' kata ikan yang lebih tua, 'adalah tempat engkau berenang sekarang ini.'

'Ha? Ini hanya air saja! Yang kucari adalah laut,' sangkal ikan yang muda. Dengan perasaan sangat kecewa ia pergi mencarinya di tempat lain.

 

***

 

Ia datang menghadap sang Guru dengan mengenakan jubah sannyasi*. Ia pun berbicara dalam bahasa sannyasi: 'Sudah bertahun-tahun lamanya aku mencari Tuhan. Telah kutinggalkan rumahku dan telah kucari Dia di mana pun Dia berada. Kata orang, Dia ada di puncak-puncak gunung, di tengah-tengah padang gurun, dalam keheningan biara-biara dan di dalam gubuk-gubuk kaum miskin.'

'Apakah engkau telah menemukanNya?' tanya sang Guru.

'Aku menipu diri, aku pendusta, kalau aku menjawab 'Ya'. Belum, aku belum menemukanNya. Bapak sudah?'

Apa yang dikatakan sang Guru kepadanya?
Cahaya keemasan matahari senja menembus celah-celah kamar. Ratusan burung gereja berterbangan dari sebuah pohon beringin di luar sambil berkicau riang. Samar-samar terdengar deru kendaraan di jalan raya. Seekor nyamuk berdengung di dekat telinga, memberi pertanda siap menggigit ... Namun demikian, orang itu masih tetap duduk terpekur dan berkata, bahwa ia belum menemukan Tuhan dan masih mencari-cariNya.

Sesudah menunggu sejenak, ia pun meninggalkan sang Guru dengan perasaan kecewa. Ia pergi mencariNya di tempat lain.

 

***

 

Ikan kecil, berhentilah mencari! Tidak ada yang perlu dicari. Heninglah sebentar, bukalah matamu dan lihatlah! Engkau tak mungkin lagi keliru

* Sannyasi = seorang Hindu yang telah meninggalkan segala urusan dunia (sannyasa, Hindu) untuk hanya mencari Yang-Ilahi saja.

 

Copyright © Wiliam, 2019 - All rights reserved