Kategori Filosofi Kopi

21-Desember-2006       Filosofi Kopi

Kulit putih itu tampak kontras dengan langit hitam. Sering Lei mengeluh, kulitnya terlampau putih untuk seorang pria. Namun Indi tidak menemukan alasan untuk mengeluh.

12-Desember-2006       Filosofi Kopi

Sederet angka mencuat dari kertas putih, menusuk mata Lana. Ada sebersit takjub juga ngeri. Seberantak angka yang susah dihafal mampu membongkar kenangan usang dan memberinya makna baru. Dia yang baru. Aku yang usang.

08-Desember-2006       Filosofi Kopi

Nelly. Probo. Omen. Jack. Bejo. Mereka berlima. Mereka muda. Mereka bahagia. Mereka lajang. Mereka bersahabat. Mereka raja-raja dunia.

08-Desember-2006       Filosofi Kopi

Sewujud bangunan hadir di setiap kepala, tujuan yang mendenyutkan nyawa ke dalam cetak biru. Satu demi satu batu mimpi tersusun rapi, berlandaskan fondasi mantap, terekatkan semen yang kuat.

08-Desember-2006       Filosofi Kopi

Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda ? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi ?

08-Desember-2006       Filosofi Kopi

Ada kalanya kesendirian menjadi hadiah ulang tahun yang terbaik. Keheningan menghadirkan pemikiran yang bergerak ke dalam, menembus rahasia terciptanya waktu.

07-Desember-2006       Filosofi Kopi

Membicarakan cuaca. Cuaca bagi kami adalah metafora. Menanyakan cuaca menjadi ungkapan yang digunakan saat masing-masing pihak menyimpan hal lain yang gentar diutarakan.

06-Desember-2006       Filosofi Kopi

Malam memuram. Diammu menginfeksi udara dan membuat dunia sungkan bersuara. Dunia 4 x 6 meter tempat kita duduk berdua. Lenganmu kautarik menjauh untuk merengkuh dirimu sendiri. Tidak apa-apa. Aku mengerti.

Copyright © Wiliam, 2017 - All rights reserved