Cetak Biru [1998]

08-Desember-2006       Filosofi Kopi

 

Sewujud bangunan hadir di setiap kepala, tujuan yang mendenyutkan nyawa ke dalam cetak biru. Satu demi satu batu mimpi tersusun rapi, berlandaskan fondasi mantap, terekatkan semen yang kuat. Lalu bangunan itu dilengkapi dan digenapi, sampai lahirlah utuh ke dunia materi.

Setiap kepala memiliki rancangan bermacam-macam, pilihan bahan yang berbeda-beda. Ada yang bahagia dengan gubuk sederhananya, ada yang baru terpuaskan dengan julangan menara.

Dalam jutaan bangunan yang ada, pastikan milikmu ada di sana. Sekalipun bukan yang terkemuka, tapi senyata bulan di pembuka candra. Karena banyak batu terbengkalai di sekitar bangunan tak selesai, karena banyak penumpang di teras rumah orang, dan tak ada bangunan yang nyata hanya oleh ancang-ancang.

Mimpi tak berlengan, tetapi akan selalu ada jika engkau menginginkan. Ketika badai datang atau api menelan bangunanmu, batu-batu itu tak akan hancur atau jadi abu. Mereka hanya menunggu uluranmu, kekuatan hatimu, dan satu lagi rancangan cetak biru.

 

Disadur dari buku : Filosofi Kopi (by : Dee)

 

Copyright © Wiliam, 2017 - All rights reserved