Tuesday, 15-Oct-2002 by wiliam
Seorang terpelajar menghadap Buddha dan berkata:
‘Hal-hal yang Tuan ajarkan tidak terdapat dalam Kitab Suci!’
‘Kalau begitu, masukkanlah dalam Kitab Suci,’ kata Buddha.
Orang itu malu sejenak, lalu berkata lagi: ‘Bolehkah saya memberanikan diri mengemukakan, bahwa dari hal-hal yang Tuan ajarkan ada yang jelas-jelas bertentangan dengan Kitab Suci?’
‘Kalau begitu, ubahlah Kitab Suci,’ kata Buddha.
Read More
Tuesday, 15-Oct-2002 by wiliam
Mengajar orang yang belum matang dapat sungguh-sungguh berbahaya:
Seorang anak perempuan yang berwajah amat jelek dikawinkan dengan seorang buta, karena tidak ada orang lain yang mau meminangnya.
Ketika seorang dokter bersedia untuk menyembuhkan mata si buta, maka mertuanya, bapak si gadis, tidak mengijinkannya. Sebab, ia takut jangan-jangan si buta akan menceraikan anaknya.
Read More
Saturday, 12-Oct-2002 by wiliam
Segenggam biji gandum ditemukan dalam makam salah seorang raja Mesir kuno. Lima ribu tahun umurnya. Rupanya ada orang yang menanam gandum itu dan menyiraminya. Bayangkan, biji gandum itu dapat hidup dan tumbuh sesudah tersimpan selama lima ribu tahun.
Read More
Saturday, 12-Oct-2002 by wiliam
Komandan tentara pendudukan berkata kepada kepala desa di pegunungan: ‘Kami yakin, kamu menyembunyikan seorang pengkhianat di kampungmu. Jika kamu tidak menyerahkannya kepada kami, dengan segala cara kami akan menyiksamu bersama dengan penduduk desamu.’
Kampung itu memang menyembunyikan seseorang yang tampaknya baik, tidak bersalah serta disayang semua orang. Tetapi apa daya kepala desa itu, kalau keselamatan seluruh [...]
Read More
Saturday, 12-Oct-2002 by wiliam
Seorang pencari kebijaksanaan menghampiri seorang murid dan bertanya dengan penuh hormat: ‘Apa makna hidup manusia?’
Murid itu lalu mempelajari tulisan Gurunya dan dengan yakin menjawab dengan kata-kata sang Guru sendiri: ‘Hidup manusia tidak lain daripada ungkapan kelimpahan Tuhan.’
Ketika pencari kebijaksanaan itu bertemu dengan sang Guru sendiri, ia mengajukan pertanyaan yang sama. Sang Guru menjawab: ‘Aku tidak [...]
Read More
Saturday, 12-Oct-2002 by wiliam
Seorang pendeta di pedesaan mengunjungi rumah seorang nenek tua anggota jemaatnya. Sambil minum kopi, ia menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh nenek itu.
‘Mengapa Tuhan begitu sering mengirimkan wabah kepada kita?’ tanya si nenek.
‘Ya, ya, ya …,’ jawab pendeta, ‘kadang-kadang orang menjadi begitu jahat, hingga perlu disingkirkan. Maka, Yang Mahabaik mengijinkan datangnya wabah.’
‘Tetapi,’ tukas si nenek, [...]
Read More
Friday, 11-Oct-2002 by wiliam
Seorang cendekiawan Kristen berpendapat bahwa Kitab Suci harus dianggap benar sampai hal yang sekecil-kecilnya. Pada suatu ketika ia disapa oleh seorang teman sejawatnya: ‘Menurut Kitab Suci, bumi ini diciptakan kira-kira lima ribu tahun yang lalu. Tetapi kami telah menggali tulang-tulang untuk membuktikan bahwa kehidupan sudah ada di planet ini sejak ratusan ribu tahun yang lampau.’ [...]
Read More
Thursday, 10-Oct-2002 by wiliam
Pada suatu hari Nasruddin menyuarakan pikirannya dengan nada filosofis: ‘Siapakah yang dapat menjelaskan makna kehidupan dan kematian ?’ Isterinya, yang sedang sibuk di dapur mendengar pertanyaan itu lalu berkata: ‘Dasar laki-laki - tidak praktis! Orang bodoh pun tahu, jika ujung-ujung jari seseorang sudah kaku dan dingin, ia sudah mati.’
Nasruddin terkesan oleh kebijaksanaan isterinya yang praktis [...]
Read More
Thursday, 10-Oct-2002 by wiliam
Pada suatu hari setan berjalan-jalan dengan seorang temannya. Mereka melihat seseorang membungkuk dan memungut sesuatu dari jalan.
‘Apa yang ditemukan orang itu?’ tanya si teman.
‘Sekeping kebenaran,’ jawab setan.
‘Itu tidak merisaukanmu?’ tanya si teman.
‘Tidak,’ jawab setan. ‘Saya akan membiarkan dia menjadikannya kepercayaan agama.’
Read More
Thursday, 10-Oct-2002 by wiliam
Seorang guru menanamkan kebijaksanaan dalam hati muridnya, bukan di atas halaman buku. Si murid mungkin mengendapkan kebijaksanaan itu selama tiga puluh atau empat puluh tahun di dalam hatinya, sampai ia menemukan seseorang yang siap sedia untuk menerimanya. Itulah tradisi Zen.
Read More