Tuesday, 17-Sep-2002 by wiliam
Seorang murid mengeluh kepada Gurunya: “Bapak menuturkan banyak cerita, tetapi tidak pernah menerangkan maknanya kepada kami.”
Jawab sang Guru: “Bagaimana pendapatmu, Nak, andaikata seseorang menawarkan buah kepadamu, namun mengunyahkannya dahulu bagimu?”
Read More
Tuesday, 17-Sep-2002 by wiliam
Buku ini dikarang untuk orang dengan pandangan keagamaan atau duniawi yang berbeda-beda. Akan tetapi kami tidak menyembunyikan, bahwa kami seorang imam katolik. Kami mendalami secara luas tradisi-tradisi mistis yang bukan-Kristen, bahkan bukan-keagamaan dan kami sangat dipengaruhi dan diperkaya olehnya. Akan tetapi kami selalu kembali kepada Gereja kami, yakni Gereja Katolik, karena dialah Bunda Rohani kami. [...]
Read More
Sunday, 30-Jun-2002 by wiliam
Barangkali kau tak pernah ketakutan menunggu matahari esok pagi
Ketika kabut sirna seperti biasanya
Tapi aku merasa buta membaca cuaca
Dan percaya sebenarnya hidup hanyalah detik yang berputar kini
Selain itu adalah harapan yang sukar diterka
Semacam dongeng entah bagaimana akhirnya
Apakah belum tiba padamu Takdir yang selalu kau tunggu?
Cuma sejarah menuliskan riwayat hidupnya dengan diam
Read More
Sunday, 30-Jun-2002 by wiliam
A lost young petal
Wondering souls
I see the dream you seek
Follow me please if you dare
The dream is coming
For you and me
I return by your side
With a heart in my hand
It is like a bright fire dancing
To the slow music turning
My heart as smooth as ivory
Has turned to lonely, sulfur
I retire my heart now to you
Love [...]
Read More
Sunday, 30-Jun-2002 by wiliam
Kulari ke hutan kemudian teriakku
Kulari ke pantai kemudian menyanyiku
Sepi…sepi..dan sendiri aku benci
Aku mau bingar…aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri…
…Pecahkan saja gelasnya biar ramai…
Biar mengaduh sampai gaduh…
Aih…ada malaikat menyulam
Jaring laba-laba belang di tembok
Keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja…
Loncengnya…
Biar terdera
Atau aku harus lari ke pantai
Belok ke hutan….
Read More
Sunday, 30-Jun-2002 by wiliam
Satu nafas terhembus adalah kata
Angan, debur, dan emosi tercampur
Dalam jubah terpautan
Tangan kita terikat… bibir kita menyatu
Maka setiap apa yang terucap
Adalah sabda pandita ratu
Di luar itu pasir
Di luar itu debu
Hanya pasir meniup saja lalu hilang
Terbang tak ada
Tapi kita tetap menari
Tarian cuma kita yang tahu
Jiwa ini adalah tandu
Duduk saja…maka akan kita bawa semua
Karena kita adalah satu
Read More
Saturday, 29-Jun-2002 by wiliam
Aku adalah Ferre sekaligus Diva.
Aku pernah mati dan sekarang hidup kembali dalam kebebasan yang terbatas.
Read More
Saturday, 29-Jun-2002 by wiliam
Ya Tuhan…
Berilah aku kekuatan untuk mengubah apa yang bisa kuubah,
Berilah aku keberanian untuk menerima apa yang tak bisa kuubah.
Read More
Saturday, 29-Jun-2002 by wiliam
( To my beloved wife, son, daughter, sisters, brothers, family and friends. )
Barangkali…
ketika aku meninggalkanmu,
kamu belum begitu siap untuk mengucapkan selamat jalan padaku…
Read More
Wednesday, 26-Jun-2002 by wiliam
O, kau yang dilahirkan diatas dukalara dan dibesarkan di pangkuan kemalangan dan dibawa ke kedewasaan di rumah penindasan, kau yang memakan kerak rotimu dengan keluhan dan meneguk air keruhmu dengan airmata dan ratapan.
Read More