Sebuah Doa Di kala Hidup Terasa Berat…
Ya Tuhan…
Berilah aku kekuatan untuk mengubah apa yang bisa kuubah,
Berilah aku keberanian untuk menerima apa yang tak bisa kuubah.
personal site of W. Wiliam Wong
Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih karena Anda telah menyempatkan diri untuk mengunjungi situs saya ini. Di sini Anda bisa mendapatkan artikel-artikel mengenai I.T., puisi, prosa, humor dan lain-lain. Silahkan pilih kategori di bawah, untuk melihat topik-topik yang saya minati.
Selamat menikmati kunjungan Anda di situs saya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kesempatan Anda untuk melihat-lihat situs saya.
Hormat saya,
W. Wiliam Wong
Ya Tuhan…
Berilah aku kekuatan untuk mengubah apa yang bisa kuubah,
Berilah aku keberanian untuk menerima apa yang tak bisa kuubah.
( To my beloved wife, son, daughter, sisters, brothers, family and friends. )
Barangkali…
ketika aku meninggalkanmu,
kamu belum begitu siap untuk mengucapkan selamat jalan padaku…
O, kau yang dilahirkan diatas dukalara dan dibesarkan di pangkuan kemalangan dan dibawa ke kedewasaan di rumah penindasan, kau yang memakan kerak rotimu dengan keluhan dan meneguk air keruhmu dengan airmata dan ratapan.
Dan, Tuhan dari semua Tuhan memisahkan sebuah Jiwa dari Dirinya dan menciptakan padanya Keindahan. Dia karunia jiwa itu kelembutan angin di kala Fajar dan semerbak bunga dari dataran dan kelembutan cahaya rembulan. Lalu, Dia karunia kepadanya secawan keriangan, seraya berfirman : “Kau takkan mereguknya kecuali jika kau lupakan Masa Lalu dan tak memperdulikan Masa Depan.” [...]
Seorang pemuda bertubuh kekar, namun lemah oleh rasa lapar, duduk terkulai di pinggir jalan, berwajah lesu dan menengadahkan tangan kepada semua orang yang lalu-lalang, minta sedekah sambil mengulang lagu duka cerita hidupnya yang kalah, kisah derita kelaparan dan kehinaan.
Sampai kapan, jiwaku, kau kan terus-menerus meratap
Sementara kelemahanku masih berpikiran sehat ?
Sampai kapan kau akan menjerit
Sementara diriku tak punya apapun kecuali percakapan dengan orang
Demi menceritakan impian-impianku di sana ?
Takkan kutukar dukacita hatiku demi keriaan khalayak. Dan, tak akan kutumpahkan airmata kesedihan yang mengalir dari tiap bagian diriku berubah menjadi gelak-tawa. Kuingin diriku tetaplah setetes airmata dan seutas senyuman.
Testing, testing. Situs ini sedang dalam pengetesan nih. Mohon masukan-masukannya untuk menambah khasanah situs ini. Terima Kasih.