Sunday, 22-Sep-2002 by wiliam
Sang Guru ditanya: ‘Apakah kerohanian itu?’
Jawabnya: ‘Kerohanian yang sejati adalah kerohanian yang berhasil membuat orang melakukan perubahan hati.’
‘Tetapi kalau saya memakai cara lama yang diwariskan para Guru terdahulu, bukanlah itu kerohanian juga?’
‘Bukan kerohanian kalau tidak berfungsi merubah dirimu. Selimut sudah bukan selimut lagi kalau tidak menghangatkan tubuhmu.’
‘Jadi kerohanian itu berubah?’
‘Manusia berubah, demikian pula kebutuhannya. Maka [...]
Read More
Saturday, 21-Sep-2002 by wiliam
How do I love thee? Let me count the ways.
I love thee to the depth and breadth and height
My soul can reach, when feeling out of sight
For the ends of Being and ideal Grace.
I love thee to the level of every day’s.
Most quiet need, by sun and candlelight.
I love thee freely, as men strive for [...]
Read More
Friday, 20-Sep-2002 by wiliam
Sekalian orang tercengang-cengang ketika melihat Mullah* Nasruddin menelusuri lorong-lorong seluruh kampung dengan keledainya.
‘Apakah yang kau cari, Mullah?’ tanya mereka.
‘Aku mencari keledaiku.’ jawabnya seraya cepat berlalu.
Read More
Friday, 20-Sep-2002 by wiliam
Nasruddin memuati keledainya dengan dua karung garam untuk dibawa ke pasar. Garam itu larut ketika keledainya menyebrangi sungai. Sesampainya di tepi, binatang itu berlari-lari berputar dengan girang, karena bebannya menjadi ringan. Tetapi Nasruddin kesal hatinya.
Read More
Friday, 20-Sep-2002 by wiliam
‘Apa yang kau lakukan?’ tanyaku kepada seekor kera, ketika aku melihatnya sedang mengangkat ikan dari air dan meletakkannya di atas sebatang pohon.
‘Kuselamatkan dia, agar jangan mati tenggelam,’ jawab kera.
Yang bagi seseorang merupakan makanan, bagi yang lain menjadi racun.
Matahari yang membuat burung garuda bisa melihat, membutakan mata burung hantu.
Read More
Friday, 20-Sep-2002 by wiliam
Nasruddin menjadi perdana menteri raja. Sekali peristiwa, ketika ia berkeliling istana, ia melihat, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, seekor burung elang milik raja.
Nasruddin belum pernah melihat burung merpati seperti ini. Maka ia pun mengambil gunting, lalu memotong kuku, sayap dan paruh burung elang itu.
Read More
Thursday, 19-Sep-2002 by wiliam
Seekor Gajah berkubang dengan santainya di sebuah kolam di tengah hutan. Tiba-tiba seekor tikus mendekatinya. Ia menyuruh gajah itu supaya segera keluar dari kolam.
‘Tidak mau,’ kata gajah. ‘Aku sedang bersantai dan tidak mau diganggu!’
‘Detik ini juga engkau harus keluar!’ desak tikus.
‘Lho, mengapa?’ tanya gajah.
‘Alasannya hanya akan kukatakan bila engkau sudah keluar dari kolam,’ jawab tikus.
Read More
Wednesday, 18-Sep-2002 by wiliam
Konon seorang suci pernah diberi karunia dapat berbicara dengan bahasa lebah. Ia pun mendekati seekor yang tampaknya paling pandai dan bertanya:
‘Seperti apakah Yang Mahakuasa itu? Apakah Ia mempunyai kesamaan dengan lebah?’
Kata lebah yang pandai itu:
‘Yang Mahakuasa? Tentu saja tidak! Kami, para lebah ini, hanya mempunyai satu sengat saja, sedangkan Dia mempunyai dua.’
Read More
Wednesday, 18-Sep-2002 by wiliam
Benak para murid dipenuhi macam-macam pertanyaan tentang Tuhan.
Kata sang Guru :
‘Tuhan adalah Yang-Tak-dikenal, bahkan Yang-Tidak-dapat-dikenal. Setiap pernyataan tentang Dia, seperti pula setiap jawaban terhadap pertanyaanmu, hanyalah mengacaukan Kebenaran.’
Para Murid bingung. ‘Lalu mengapa anda masih juga berbicara tentang Dia?’
‘Mengapa burung berkicau?’ tangkis sang Guru.
Read More
Tuesday, 17-Sep-2002 by wiliam
Uwais, seorang Sufi*, pernah ditanya: “Apakah makna rahmat bagi Anda?”
Jawabnya: “Setiap kali bangun pagi, aku merasa cemas, apakah aku masih akan hidup petang nanti.”
Kata si penanya: “Tetapi bukankah semua orang tahu akan hal itu?”
Jawab Uwais: “Mereka memang tahu. Tetapi tidak semua merasakannya.”
Read More