Spasi [1998]

Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda ? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi ?

Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak ? Dan saling menyayang bila ada ruang ? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.

Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi. Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali. Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah. Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.

Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat. Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.

Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.

Disadur dari buku : Filosofi Kopi (by : Dee)

This entry was posted on Friday, December 8th, 2006 at 0:00 and is filed under Filosofi Kopi. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.


Leave a reply

 

Winning Solution