37. Para Ahli

Hidup rohaniku seluruhnya diambil alih oleh para ahli. Kalau aku ingin belajar berdoa, aku pergi kepada seorang pembimbing rohani. Untuk menemukan kehendak Tuhan bagiku, aku pergi kepada seorang pembimbing retret. Untuk mendalami Kitab Suciku, aku pergi kepada seoarang ahli Kitab Suci. Untuk mengetahui, apakah aku berdosa atau tidak, aku pergi kepada ahli teologi moral. Dan untuk mendapatkan pengampunan atas dosa-dosaku, aku mengaku kepada seorang imam.

***

Seorang raja pribumi di kepulauan Pasifik Selatan mengadakan perjamuan untuk menyambut seorang tamu istimewa dari Barat. Ketika tiba waktunya untuk menghormati sang tamu, sri raja tetap dukduk di lantai saja; sedangkan seorang ahli pidato, yang memang disiapkan untuk maksud ini, menyanjung-nyanjung sang tamu dengan kata-kata hebat.

Seusai pidato yang berkobar-kobar itu, sang tamu bangkit berdiri, untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada raja. Sri raja menahannya dengan isyarat. ‘Jangan bangun,’ katanya, ’saya sudah menyiapkan seorang ahli pidato bagi Anda juga. Di pulau kami, kami beranggapan, bahwa bicara di muka umum tidak boleh dilakukan oleh orang-orang amatir saja.’

***

Aku bertanya-tanya, apakah Tuhan akan berkenan, kalau aku sendiri menjadi lebih amatir dalam hubunganku dengan Dia?

This entry was posted on Wednesday, October 16th, 2002 at 0:00 and is filed under Burung Berkicau. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.


Leave a reply

 

Winning Solution