24. Thomas Aquinas Berhenti Menulis

Diceritakan bahwa Santo Thomas Aquinas, salah seorang teolog yang paling bijak di dunia, tiba-tiba berhenti menulis menjelang akhir hayat hidupnya. Waktu sekretarisnya mengeluh bahwa karyanya belumlah selesai, Thomas menjawab: ‘Frater* Reginald, ketika aku merayakan Misa beberapa bulan yang lalu, aku mengalami Yang Ilahi. Pada hari itu aku sama sekali kehilangan minat untuk menulis. Sebenarnya, semua yang telah kutulis tentang Allah bagiku tampaknya seperti jerami belaka.’

Memang seharusnya demikian jika seorang cendekiawan menjadi seorang mistik.

***

Ketika seorang mistik turun dari gunung, ia disongsong oleh seorang ateis yang mencemooh: ‘Apa yang kau bawa dari taman kebahagiaan yang kau kunjungi?’

Orang mistik itu menjawab: ‘Aku sungguh berniat mengisi jubahku dengan bunga-bunga. Dan bila kembali pada kawan-kawanku, aku bermaksud menghadiahi mereka beberapa kuntum bunga. Tetapi ketika aku di sana, keharuman taman itu membuatku mabuk, sehingga aku menganggalkan jubahku.’

***

Para guru Zen mengatakan hal itu lebih padat dan tepat: ‘Orang yang tahu, tidak banyak bicara. Orang yang banyak bicara, tidak tahu.’

* Frater (Lat.): saudara; atau panggilan untuk biarawan yang tidak/belum ditahbiskan

This entry was posted on Sunday, October 6th, 2002 at 0:00 and is filed under Burung Berkicau. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.


Leave a reply

 

Winning Solution