19. Mencari Di Tempat Yang Salah

Seorang tetangga melihat Nasruddin berjongkok sambil mencari sesuatu.

‘Apa yang sedang Anda cari, Mullah?’

‘Kunciku yang hilang.’

Dua-duanya terus berjongkok mencari kunci yang hilang itu. Sebentar kemudian tetangga itu bertanya: ‘Di mana kuncimu yang hilang?’

‘Di rumah.’

‘Astaga! Lantas mengapa Anda mencarinya di sini?’

‘Karena di sini lebih terang.’

Apa gunanya mencari Tuhan di tempat-tempat suci, kalau Ia sudah tidak bersemayam lagi di dalam hatiku?

This entry was posted on Wednesday, October 2nd, 2002 at 0:00 and is filed under Burung Berkicau. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.


Leave a reply

 

Winning Solution