Archive for the ‘Kahlil Gibran’ Category

  • Katak yang Egois

    Ada sebuah kisah empat ekor katak sedang duduk-duduk di atas sebatang kayu, yang menggantung di atas sungai. Tiba-tiba batang kayu itu patah dan terbawa arus, ikut mengalir bersama air. Katak-katak itu begitu senang dan gembira, karena mereka belum pernah berlayar sebelumnya.
    Katak yang pertama berbicara, katanya, “Sungguh batang kayu ini menakjubkan. Ia bergerak seolah-olah hidup. Belum [...]

  • O, sahabatku si miskin

    O, kau yang dilahirkan diatas dukalara dan dibesarkan di pangkuan kemalangan dan dibawa ke kedewasaan di rumah penindasan, kau yang memakan kerak rotimu dengan keluhan dan meneguk air keruhmu dengan airmata dan ratapan.

  • Jiwa

    Dan, Tuhan dari semua Tuhan memisahkan sebuah Jiwa dari Dirinya dan menciptakan padanya Keindahan. Dia karunia jiwa itu kelembutan angin di kala Fajar dan semerbak bunga dari dataran dan kelembutan cahaya rembulan. Lalu, Dia karunia kepadanya secawan keriangan, seraya berfirman : “Kau takkan mereguknya kecuali jika kau lupakan Masa Lalu dan tak memperdulikan Masa Depan.” [...]

  • Si Penjahat

    Seorang pemuda bertubuh kekar, namun lemah oleh rasa lapar, duduk terkulai di pinggir jalan, berwajah lesu dan menengadahkan tangan kepada semua orang yang lalu-lalang, minta sedekah sambil mengulang lagu duka cerita hidupnya yang kalah, kisah derita kelaparan dan kehinaan.

  • Kasihanilah, jiwaku

    Sampai kapan, jiwaku, kau kan terus-menerus meratap
    Sementara kelemahanku masih berpikiran sehat ?
    Sampai kapan kau akan menjerit
    Sementara diriku tak punya apapun kecuali percakapan dengan orang
    Demi menceritakan impian-impianku di sana ?

  • Setetes air mata dan seutas senyuman

    Takkan kutukar dukacita hatiku demi keriaan khalayak. Dan, tak akan kutumpahkan airmata kesedihan yang mengalir dari tiap bagian diriku berubah menjadi gelak-tawa. Kuingin diriku tetaplah setetes airmata dan seutas senyuman.

 

Winning Solution