Archive for the ‘Burung Berkicau’ Category

  • 20. Pertanyaan

    Tanya rahib:
    ‘Semua gunung dan sungai ini, bumi dan bintang-bintang - dari manakah asalnya?’
    Kata Guru:
    ‘Pertanyaanmu dari manakah asalnya?’

  • 19. Mencari Di Tempat Yang Salah

    Seorang tetangga melihat Nasruddin berjongkok sambil mencari sesuatu.
    ‘Apa yang sedang Anda cari, Mullah?’
    ‘Kunciku yang hilang.’
    Dua-duanya terus berjongkok mencari kunci yang hilang itu. Sebentar kemudian tetangga itu bertanya: ‘Di mana kuncimu yang hilang?’
    ‘Di rumah.’
    ‘Astaga! Lantas mengapa Anda mencarinya di sini?’
    ‘Karena di sini lebih terang.’
    Apa gunanya mencari Tuhan di tempat-tempat suci, kalau Ia sudah tidak bersemayam lagi [...]

  • 18. Berhala Manusia

    Suatu cerita kuno di India:
    Sebuah kapal karam dan terdampar di tepi pantai Srilangka. Di situ memerintahlah Vibhisana, raja para raksaksa. Pedagang, pemilik kapal itu dibawa menghadap raja. Ketika melihatnya Vibhisana menjadi amat bersukacita dan berkata: ‘Bukan main! Ia sungguh-sungguh menyerupai patung Ramaku. Bentuknya sama-sama seperti manusia!’ Maka ia menyuruh abdinya untuk mengenakan busana mewah dan [...]

  • 17. Lonceng-lonceng Kuil

    Sebuah kuil dibangun di suatu pulau, tiga kilometer jauhnya dari pantai. Dalam kuil itu terdapat seribu lonceng. Lonceng-lonceng yang besar, lonceng-lonceng yang kecil, semuanya dibuat oleh pengrajin-pengrajin terbaik di dunia. Setiap kali angin bertiup atau taufan menderu, semua lonceng kuil itu serentak berbunyi dan secara terpadu membangun sebuah simponi. Hati setiap orang yang mendengarkannya terpesona.
    Tetapi [...]

  • 16. Kesucian Pada Saat Sekarang

    Buddha pernah ditanya: ‘Siapakah yang disebut orang suci?’ Jawabnya: ‘Setiap jam terbagi atas sejumlah detik tertentu, dan setiap detik ada bagian-bagiannya lagi. Barang siapa mampu memberi perhatian penuh pada setiap bagian detik ini, sungguh pantas disebut orang suci.’

  • 15. Kesadaran Tak Kunjung Henti

    Tidak ada seorang murid Zen pun yang berani mengajar, sebelum ia pernah hidup bersama Gurunya paling sedikit sepuluh tahun lamanya.
    Tenno, sesudah berguru selama sepuluh tahun, menjadi seorang pengajar. Pada suatu hari ia berkunjung kepada Guru Nan-in. Waktu itu hari hujan, maka Tenno memakai bakiak dan membawa payung.
    Ketika Tenno masuk, Nan-in berkata kepadanya: ‘Engkau meninggalkan bakiak [...]

  • 14. Rumpun Bambu

    Choko, anjingku, duduk dengan penuh perhatian. Telinganya tegak, ekornya mengibas tegang dan matanya memandang tajam ke atas pohon. Ia mengamati gerak-gerik seekor kera. Hanya satu yang menguasai seluruh kesadarannya: kera. Dan karena ia tidak mempunyai akal budi, tidak ada pikiran apapun yang mengganggu pusat perhatiannya. Tidak ada pikiran tentang apa yang akan dimakannya nanti malam, [...]

  • 13. Aku Memotong Kayu

    Ketika seorang guru Zen mencapai penerangan budi, ia menulis baris-baris berikut ini untuk memperingatinya:
    ‘Wahai, keajaiban yang mengagumkan: Aku memotong kayu! Aku menimba air dari sumur!’

  • 12. Engkau Mendengar Burung Berkicau ?

    Orang Hindu memperkembangkan suatu gambaran yang indah mengenai hubungan antara Tuhan dan ciptaanNya. Tuhan ‘menarikan’ ciptaanNya. Ia adalah sang Penari dan ciptaan adalah tarianNya. Suatu tarian berbeda dengan seorang penari, tetapi tidak bisa ada jika yang menarikannya juga tidak ada. Engkau tidak dapat membungkus tarian itu dan membawanya pulang, jika engkau menyenanginya. Begitu gerak penari [...]

  • 11. Ikan Kecil

    ‘Maaf kawan,’ kata seekor ikan laut kepada seekor ikan yang lain. ‘Anda lebih tua dan lebih berpengalaman daripada saya. Di manakah saya dapat menemukan laut? Saya sudah mencarinya di mana-mana, tetapi sia-sia saja!’
    ‘Laut,’ kata ikan yang lebih tua, ‘adalah tempat engkau berenang sekarang ini.’
    ‘Ha? Ini hanya air saja! Yang kucari adalah laut,’ sangkal ikan yang [...]

 
Page 3 of 5«12345»

Winning Solution