Archive for the ‘Burung Berkicau’ Category
-
30. Tulang Untuk Menguji Iman Kita
Seorang cendekiawan Kristen berpendapat bahwa Kitab Suci harus dianggap benar sampai hal yang sekecil-kecilnya. Pada suatu ketika ia disapa oleh seorang teman sejawatnya: ‘Menurut Kitab Suci, bumi ini diciptakan kira-kira lima ribu tahun yang lalu. Tetapi kami telah menggali tulang-tulang untuk membuktikan bahwa kehidupan sudah ada di planet ini sejak ratusan ribu tahun yang lampau.’ [...]
-
29. Nasruddin Sudah Mati
Pada suatu hari Nasruddin menyuarakan pikirannya dengan nada filosofis: ‘Siapakah yang dapat menjelaskan makna kehidupan dan kematian ?’ Isterinya, yang sedang sibuk di dapur mendengar pertanyaan itu lalu berkata: ‘Dasar laki-laki - tidak praktis! Orang bodoh pun tahu, jika ujung-ujung jari seseorang sudah kaku dan dingin, ia sudah mati.’
Nasruddin terkesan oleh kebijaksanaan isterinya yang praktis [...] -
28. Setan Dan Temannya
Pada suatu hari setan berjalan-jalan dengan seorang temannya. Mereka melihat seseorang membungkuk dan memungut sesuatu dari jalan.
‘Apa yang ditemukan orang itu?’ tanya si teman.
‘Sekeping kebenaran,’ jawab setan.
‘Itu tidak merisaukanmu?’ tanya si teman.
‘Tidak,’ jawab setan. ‘Saya akan membiarkan dia menjadikannya kepercayaan agama.’ -
27. Apa Katamu?
Seorang guru menanamkan kebijaksanaan dalam hati muridnya, bukan di atas halaman buku. Si murid mungkin mengendapkan kebijaksanaan itu selama tiga puluh atau empat puluh tahun di dalam hatinya, sampai ia menemukan seseorang yang siap sedia untuk menerimanya. Itulah tradisi Zen.
-
26. Satu Nada Kebijaksanaan
Tidak ada yang tahu, apa yang terjadi dengan Kakua setelah ia pergi dari hadapan Tenno. Ia menghilang begitu saja. Inilah kisahnya:
Kakua adalah orang Jepang pertama yang belajar Zen di negara Cina. Ia samasekali tidak pernah bepergian. Ia hanya bermeditasi tanpa henti. Jika orang sekali waktu berhasil berjumpa dengannya dan memintanya untuk mengajar, ia akan mengucapkan [...] -
25. Derwis Yang Kesakitan
Seorang derwis* duduk tenang di pinggir sungai. Seseorang yang lewat dan melihat tengkuknya yang terbuka, tidak dapat menahan godaan untuk menamparnya sampai berbunyi gemeretak. Orang itu amat senang dengan bunyi gemeretak itu. Tetapi sang derwis menyeringai kesakitan dan bangkit untuk membalas.
‘Tunggu sebentar!’ kata si penyerang. ‘Kau boleh membalas kalau mau. Tetapi jawablah dulu pertanyaan yang [...] -
24. Thomas Aquinas Berhenti Menulis
Diceritakan bahwa Santo Thomas Aquinas, salah seorang teolog yang paling bijak di dunia, tiba-tiba berhenti menulis menjelang akhir hayat hidupnya. Waktu sekretarisnya mengeluh bahwa karyanya belumlah selesai, Thomas menjawab: ‘Frater* Reginald, ketika aku merayakan Misa beberapa bulan yang lalu, aku mengalami Yang Ilahi. Pada hari itu aku sama sekali kehilangan minat untuk menulis. Sebenarnya, semua [...]
-
23. Penjelajah
Penjelajah itu pulang ke kampung halamannya. Penduduk ingin tahu segala sesuatu tentang sungai Amazone. Tetapi bagaimana mungkin mengungkapkan dalam kata-kata perasaan yang memenuhi hatinya, ketika ia melihat bunga-bunga begitu indah memukau dan mendengar seribu satu suara penghuni rimba di waktu malam? Bagaimana menjelaskan perasaan hatinya, ketika menghadapi binatang buas atau ketika mendayung perahu kecilnya melewati [...]
-
22. Rumusan
Seorang mistik pulang dari padang gurun. ‘Katakanlah, seperti apakah Tuhan itu!’ tanya orang-orang mendesak.
Tetapi bagaimana mungkin mengungkapkan dalam kata-kata apa yang dialaminya dalam lubuk hatinya yang paling dalam? Mungkinkah mengungkapkan Yang Maha Besar dalam kata-kata manusiawi?
Akhirnya ia memberi mereka sebuah rumusan - begitu kurang tepat dan serampangan! - dengan harapan bahwa beberapa dari antara mereka [...] -
21. Pembuat Etiket
Hidup itu bagaikan sebotol anggur keras. Ada yang puas membaca etiket yang tercantum pada botolnya. Ada yang mencicipi isinya.

